Darimana sih mereka tau nomor HP saya ?

22 December 2019 Off By admin

Pernah dihubungi oleh marketing sebuah produk atau kartu kredit dan anda merasa tidak pernah memberikan nomor telp atau email pribadi anda ?. Hal ini biasa karena kebanyakan dari kita juga tidak memiliki “awarness” terhadap data pribadi kita. Berbagai aplikasi hingga sekedar mengisi formulir menjadi salah satu hal yang mungkin kita tidak sadari bahkan tanpa sengaja melakukan sinkronisasi foto KTP di smartphonepun bisa menjadi sebab data pribadi terbuka.

Bagi sebagian orang, KTP adalah bersifat pribadi dan sebagian lagi tidak terlalu penting untuk dimasukan dalam kategori data pribadi. Nomor telp dan email juga demikian bahkan untuk menjadi seorang penjual di situs online foto bersama KTP serta memasukan nomor telp menjadi keharusan tanpa ada perlindungan yang bisa menjamin data tersebut tidak di berikan pada pihak ketiga.

Seperti sebuah layanan ojek online misalnya, dalam privacy policy -nya menuliskan bahwa:

…kepada pihak ketiga (termasuk agen, vendor, pemasok, kontraktor, mitra, dan pihak lain yang memberikan layanan kepada kami atau anda, melakukan tugas atas nama kami, atau pihak dengan siapa kami mengadakan kerja sama komersial), untuk atau sehubungan dengan tujuan di mana pihak ketiga tersebut terlibat atau tujuan kerja sama kami dengan pihak ketiga tersebut (tergantung keadaannya), yang dapat mencakup diperbolehkannya pihak ketiga tersebut untuk memperkenalkan atau menawarkan produk atau layanan kepada anda, melakukan autentikasi terhadap anda atau menghubungkan anda dengan Akun atau melakukan kegiatan lain termasuk pemasaran, penelitian, analisis dan pengembangan produk;

Dengan kutipan diatas dapat kita sederhanakan bahwa pihak ketiga selain dari si empunya aplikasi dapat memanfaatkan data yang anda berikan untuk menawarkan produk lain. Disinilah celah salah satunya data pribadi anda digunakan.

Pemerintah hingga saat inipun belum memiliki kebijakan yang kuat untuk melindungi data masyarakat yang di ambil. Bahkan ketentuan seperti data tersebut dapat di simpan di luar negara juga masih terus dilakukan oleh para penyedia layanan aplikasi yang mengambil data pribadi anda.

Belum adanya kasus yang terlalu mencuat akibat penyebaran data ini sepertinya membuat masalah ini masih dikesampingkan. Privasi data sepert ini biasanya hanya muncul dan menjadi sebuah perbincangan saat menjelang pesta demokrasi dimana setiap data penting untuk bisa digunakan sebagai bagian dari target untuk keberhasilan dari calon yang akan dipilih nanti. Peraturan pemerintah seakan-akan lenyap tak digubris oleh pelaku penyedia layanan dan dengan berdalih pada perlindungan data konsumen atau rahasia bisnis dagang maka menjadi tak tersentuh.