Hanura: Zero To Hero

23 December 2019 0 By admin

Banyak yang berpendapat bahwa Zero To Hero adalah memulai dari yang ada untuk mencapai hasil yang maksimal. Dalam konteks harfiah hal ini adalah benar dan dapat digunakan. Tetapi dalam konteks politik khususnya dalam kaitannya dengan Hati Nurani Rakyat maka makna dari “from zero to hero” bisa menjadi idomatic dengan perubahan dari sesuatu yang negatif menjadi positif.

Partai Hanura yang terpaksa harus menelan pil pahit pada pemilu 2019 akibat konflik internal yang berkepanjangan akibat dari oknum pengurus yang terdepak akibat ruang-ruang kenyamanannya terganggu. Mereka menyebarkan negativisme terhadap partai Hanura kepada masyarakat dan kemudian berpindah ke partai lain sambil tersenyum melihat partai dimana ia pernah mencicipi kenyamanannya. Ingatlah sahabat, karma itu akan berlaku kemudian.

Mereka yang bertahan di Partai Hanura dengan integritasnya, mencoba membangun kembali pondasi-pondasi organisasi dengan membentuk ruang-ruang positivisme serta harapan baru pada tahun 2024 nanti. Tidak sedikit juga dari yang bertahan terkena imbas negativisme dan terpapar akan ke-frustasi-an sehingga memandang negative antar sesama. Fitnah, ketidakpercayaan, ketersinggungan hingga kemarahan menjadikan internal partai menjadi lemah, apalagi ketika melihat mereka yang bertahan pernah mengalami hal yang sama pada organisasi sebelumnya dimana mereka pernah berpijak (Baca: Partai Lain).

Sang pemimpin, yang selama 2 (dua) tahun tengah belajar dalam menakhodai partai besar ini mulai memahami dan dengan lugas mulai melakukan perubahan-perubahan dengan mendeklarasikan sebuah visi organisasi partai melalui semboyan “from zero to hero”. Sang pemimpin paham bahwa partai ini harus segera mentransformasi dirinya untuk membuat ruang positivisme sebanyak-banyaknya agar mampu menjalankan konsep 5S yang telah dicanangkannya. Proses ini tentu akan banyak mengalami dinamika benturan akibat terpapar negativisme yang dibuat oleh para oknum-oknum yang sengaja ingin menghancurkan partai ini.

Visi internal partai Hanura yang didengungkan melalui “from zero to hero” adalah idiomatik dari perubahan negativisme menuju positifisme yang merupakan tugas terbesar partai Hanura dalam menyongsong kebangkitannya. Sebagai kader dan pengurus sudah sepantasnya kita berdiri bersama dengan sang pemimpin dan fokus untuk mensukseskannya dan tidak membiarkan sedikitpun sang pemimpin bekerja sendirian. Sang pemimpin yang telah menghardik “manisnya tawaran” jabatan demi Partai Hanura. Kami bersamamu wahai sang pemimpin teruslah berjuang Bapak Oesman Sapta, Ketua Umum Partai Hanura. Mari kita tegakkan panji Hati Nurani Rakyat dengan semboyan ‘From Zero To Hero’ dengan tatapan dan harapan yang jauh lebih baik pada tahun 2024 nanti.

Selamat dan Sukses untuk Musyawarah Nasional Ke-3 Partai Hanura. From Zero To Hero, saatnya kita bergandeng tangan memenangkan suara hati nurani rakyat.