Lihatlah mereka yang berteriak anti KKN kini mencoba mencari pembenaran karena terpelihara oleh kekuasaan

- BS -
Sempalan Mahasiswa 98
24 May 2022

BONA

Verba Volant Scripta Manent

Demoverse Avatar Demokrasi Dunia Digital

Sebagai penghayal saya hanya ingin "ngawur" saja mengatakan tentang istilah demokrasi di metaverse dengan nama demoverse atau democraverse. Konsep demokrasi yang jauh lebih luas dalam batasan ruang dan waktu serta masyarakat yang ada didalamnya adalah tantangan untuk membuat tatanan demokrasi tersebut. Mencontoh dari kerajaan majapahit yang dulu menguasai nusantara (baca: Indonesia + sebagian ASEAN) dengan konsep Mitreka Satata dalam model demokrasi yang di bangun tentu sangat menarik. Sejarah tidak terulang tetapi tergunakan kembali dalam nuansa yang berbeda.
Views: 201
0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

Loe pastinya ngga asing dengan istilah metaverse, walaupun banyak pertanyaan yang muncul dibenak kita tetapi setidaknya loe sudah mulai terbiasa mendengarnya. Film seperti “Ready Player One, Matrix dan Snow Crash” mungkin bisa menjadi literatur singkat tentang adanya dunia metaverse yang pertama kali dikenalkan melalui novel fiksi ilmiah Neal Stephenson tahun 1992. Loe bisa google lah soal story dan latar belakang kenapa di sebut dengan metaverse.

Korea Selatan secara mengejutkan bahkan sudah memulai proyek metaverse dan memungkinkan menjadikan kota Seoul sebagai kota metropolitan pertama di metaverse. Proyek yang menjadi bagian dari proyek Seoul Vision 2030 yang digagas oleh walikotanya langsung Oh-Sehoon. Dengan dana sekitar 47,3 miliar ia membangun balai kota virtual, tempat wisata, pusat layanan sosial dan berbagai fasilitas lainnya untuk masyarakat. Tidak hanya itu, melalui kota digital ini, warga Korea Selatan bisa menikmati tempat wisata terkenal di negaranya, seperti Gwanghwamun Plaza, Istana Deoksugung dan Pasar Namdaemun dengan hanya menggunakan headset VR.

Facebook, Microsoft hingga berbagai perusahaan raksasa digital tidak ketinggalan, mereka ramai-ramai masuk kedalam metaverse ini dan membangun berbagai ide dan kreatifitas yang dapat digunakan oleh para penggunanya. Bahkan beberapa produk merk ternama juga sudah mulai membangun branding mereka di dalam dunia tersebut.

Dari semua itu yang belum ada dalam dunia tersebut adalah metode politik yang akan digunakan, jika kita menganggap metaverse sebagai dunia yang serius akan digarap. Sirkulasi perusahaan besar, negara dan pengguna wajib memiliki tata aturan yang harusnya didasarkan pada konsep politik yang mau tidak mau harus terbentuk sebelum aturan dibuat. Konsep demokrasi di dunia nyata yang sekarang adalah harus bisa diejawantahkan dalam dunia metaverse ini.

Yang menjadi kerumitan tersendiri adalah, sejajarnya posisi antara negara, perusahaan dan pengguna dalam satu dunia merupakan hal yang cukup menarik untuk di kaji. Konsep mitreka satata yang dulu pernah digunakan oleh kerajaan majapahit mungkin akan tercipta kembali di dunia metaverse ini. Bagaimana tidak, setiap pemerintahan dan perusahaan bahkan pengguna bisa melakukan pembelian lahan, pembangunan, pembuatan kota dan seluruh hal lain yang ada di dunia nyata di dalam metaverse.

Sebagai penghayal saya hanya ingin “ngawur” saja mengatakan tentang istilah demokrasi di metaverse dengan nama demoverse atau democraverse. Konsep demokrasi yang jauh lebih luas dalam batasan ruang dan waktu serta masyarakat yang ada didalamnya adalah tantangan untuk membuat tatanan demokrasi tersebut. Mencontoh dari kerajaan majapahit yang dulu menguasai nusantara (baca: Indonesia + sebagian ASEAN) dengan konsep Mitreka Satata dalam model demokrasi yang di bangun tentu sangat menarik. Sejarah tidak terulang tetapi tergunakan kembali dalam nuansa yang berbeda.

Mungkin dalam metaverse nanti juga akan muncul peperangan kemudian muncul aliansi hingga pada akhirnya akan muncul kembali pemerintahan yang mengatur berbagai aturan yang jauh lebih demokratis dibanding dengan kenyataan yang ada di dunia fisik. Bahkan mungkin juga dominasi dominasi dari perusahaan yang menguasai atau bahkan PBB yang akan mengambil alih kita tidak pernah tau. Tetapi diluar itu semua konsep democraverse perlu menjadi perhatian agar tidak terlambat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %